23. Berserah

1213 Kata

Malam itu menjadi malam sunyi dan menyakitkan untuk semua orang yang menyayangi Lukman. Wulan, Elya, dan Bang Jafar mendatangi rumah sakit tempat Lukman berada. Hati Elya dan Wulan sangat terguncang, kesedihan mereka sangat membuncah, mengingat kebaikan Lukman yang pernah ia torehkan dalam hidupnya. Banyak hal memprihatinkan yang pernah Lukman alami. Kepergian ayahnya menjadi salah satu hal yang selalu terngiang di benak Lukman. Seorang bocah piatu yang butuh seseorang untuk dijadikan sebagai panutan dalam hidupnya. Namun takdir berkata lain, ayahnya pergi begitu saja meninggalkan Lukman beserta kedua adiknya. Tidak ada hal yang bisa menggambarkan bagaimana pilu dan kecewanya Lukman pada ayahnya. Bagai layangan putus, terombang-ambing mengikuti ke mana arah angin berembus. Pikiran seorang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN