Wulan yang mendengar sepintas bisikan Ali pada kakaknya, merasa tersindir. Ali yang orang lain saja begitu perhatian pada Lukman. Setidaknya Ali sudah berusaha bertanggung jawab dan memberi perhatian pada kedua adik Lukman. Namun Wulan yang merasa sangat menyayangi Lukman, justru terhanyut dalam kesedihan yang berlarut-larut hingga membuatnya berpikiran singkat. Wulan masih mematung melihat pemandangan pagi itu. Setelah Ali berbisik pada Lukman, dirinya berpamitan pada Wulan. “Ini saya kasih kartu nama saya.” Ali menaruh kartu namanya di atas meja, di sebelah kotak makanan yang ia bawa untuk Wulan. “Kalau butuh apa-apa, hubungi saja nomor yang ada disitu!” Ali kembali menatap Wulan yang masih mematung sedari tadi. Ali melangkah keluar ruang rawat inap Lukman. Wulan masih mematung hingg

