"Abang." Kaisar tak menggubris panggilan perempuan itu melewati begitu saja, menganggap perempuan itu freak. "Abang, tunggu aku mau ngomong." Helen meraih lengan Kaisar mau tidak mau menghentikan langkahnya bergeming di tempat. "Maaf, aku udah pergi begitu aja ninggalin kamu. Tapi aku melakukan semua itu punya alasan tersendiri." Kini Kaisar menatap wanita di depannya dengan pandangan tajam, ia mulai terusik dengan kehadirannya yang terasa mengganggu. "Lepasin tangan, aku." Kaisar menghempas tangan Helen. "Kamu mau pergi kek, engga kek gak ada urusan sama aku. Aku gak kenal siapa kamu, jadi terserah lakukan apa aja yang kamu mau, apa peduliku," sinisnya. Ucapan Kaisar membuat hati Helen tertohok tercengang, ia menggeleng tak percaya dengan apa yang baru saja didengar. Rasanya sepert

