Bab 1. Malam Pengkhianatan
“Akh, Rain. Jangan sentuh bagian itu!” ucapan itu membuat Zoey Madison terbelalak.
"Jangan, aahhh!" Desahan panjang Sandra membuat Zoey berdiri terpaku.
“Bukankah kau menyukainya, Sandra?” Kini terdengar suara laki-laki yang sangat tidak asing.
Zoey Madison, dia wanita cantik berusia 25. Dia baru saja menikah dengan Rain Christov. Rain adalah seorang pengusaha muda berusia 30 tahun.
Mereka telah menjalin hubungan selama dua tahun dan akhirnya, mereka memutuskan untuk menikah.
Zoey sangat mencintai Rain. Pria itu begitu sempurna bagi dirinya karena Rain dapat menerima kekurangan yang ada pada dirinya sebab dia mengidap penyakit epilepsi.
Penyakit itu dia derita sejak kecil akibat benturan keras yang dia dapatkan saat dia bermain dengan teman-temannya.
Rain memang sudah tahu akan penyakitnya tapi sekian lama mereka bersama, Rain tidak pernah melihat gejala yang dialami oleh Zoey ketika penyakitnya kambuh tapi malam ini, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri apa yang Zoey alami.
Gara-gara itulah, muncul perasaan jijik dan dia merasa Zoey telah menipu dirinya. Rain pergi dengan perasaan kecewa. Dia bertemu dengan Sandra yang begitu membenci Zoey. Sandra memanfaatkan keadaan untuk menggoda Rain yang tampak shock setelah melihat keadaan istrinya.
Kedua tangan mengepal. Zoey tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Acara pernikahan mereka baru saja selesai. Seharusnya mereka melewatkan malam pernikahan mereka tapi kenapa Rain justru bersama dengan sahabat baiknya?
Dengan perlahan, Zoey menghampiri ruangan itu. Jantungnya berdebar. Suara desahan Sandra memenuhi gendang telinganya.
“Pelan-pelan, Rain. Zoey tidak akan tahu apa yang kita lakukan jadi jangan terburu-buru!"
"Aku sudah tidak tahan jadi jangan mencegah aku!” Tanpa mengetahui jika Zoey berdiri di depan pintu, mereka berdua tenggelam dalam hasrat yang menggulung.
Zoey menelan ludah, dia berusaha mengintip dari celah pintu yang terbuka. Dia harap bukan Rain tapi ketika melihat dua insan yang sedang bercinta di dalam sana membuat tubuhnya membeku. Kedua matanya kembali terbelak, dia begitu shock melihatnya.
"Rain, akh!" Sandra tampak menikmati, begitu juga dengan Rain.
Kedua tangan mengepal, air mata Zoey mengalir dengan perlahan. Apa yang sedang mereka lakukan? Tidak tahan melihat semua itu, membuat Zoey membuka pintu dengan lebar.
"Apa yang kalian berdua lakukan?" Zoey berteriak dan kedatangannya mengejutkan Rain juga Sandra.
"Zoey?" Rain buru-buru melepaskan Sandra padahal mereka masih belum selesai.
"Zoey, kenapa kau berada di sini?" Rain begitu panik, begitu juga dengan Sandra. Mereka memukuti pakaian lalu memakainya dengan terburu-buru.
"Itu adalah pertanyaanku, Rain. Apa yang kau lakukan dengannya? Kenapa kau bercinta dengan sahabatku?"
"Kau hanya salah paham saja, Sayang," Celana buru-buru dinaikkan. Sial, kenapa Zoey bisa berada di sana? Apa Zoey telah melihat semuanya?
"Salah paham seperti apa, Rain?" Air matanya dihapus, "Kenapa kau melakukan hal ini, Rain? Kenapa?" Zoey menghampiri, dia benar-benar kecewa dengan apa yang suami dan sahabatnya lakukan.
"Dia yang merayu aku, Zoey. Percayalah!" Rain menghampiri, dia hendak memegangi bahu Zoey akan tetapi Zoey menghindar.
"Jangan menyentuh aku dengan tangan kotormu, jangan pernah!" Zoey berteriak dengan nada kecewa.
"Percayalah, dia yang telah merayu aku!" Dia masih berusaha membela diri dengan menyalahkan Sandra.
"Jangan menyalahkan aku. Kau juga mudah aku rayu padahal ini malam pernikahan kalian berdua!" Sandra tidak mau disalahkan. Jangan sampai Zoey tahu jika dia membenci dirinya.
"Diam kau, Sandra!"
"Kau yang diam, Rain. Kau terpukul dan merasa tertipu karena melihat penyakitnya kambuh!" Teriak Sandra.
"Apa?" Zoey sangat terkejut. Dia memang baru saja mengalami kejang-kejang akibat penyakit epilesinya yang kambuh secara tiba-tiba.
"Zoey, jangan dengarkan dia. Sandra hanya berbohong saja. Percayalah padaku jika dia yang menggoda aku!" Rain berusaha meyakinkan istrinya agar mempercayai dirinya.
"Percayalah padaku, Zoey!" Teriak Sandra.
"Diam kalian berdua!" Zoey berteriak penuh emosi. Mau apa pun alasan yang mereka miliki, perselingkuhan tetaplah tidak dibenarkan.
"Kau adalah sahabat baikku Sandra, tapi teganya kau menusuk aku dari belakang dengan melakukan hal seperti ini dengan suamiku?"
"Aku tidak bermaksud, Zoey!"
"Diam!" Dia benar-benar kecewa dengan sahabatnya.
"Aku tidak pernah menduga jika kau akan melakukan hal ini di malam pernikahanku dan kau?" Kini tatapan matanya tertuju pada suaminya. Dia juga kecewa dengan pria yang baru dia nikahi itu.
"Kau sudah tahu penyakit yang aku derita dan seharusnya kau tahu apa yang akan terjadi denganku ketika penyakit itu kambuh. Tapi teganya kau tidur dengan sahabatku hanya karena kau melihat apa yang terjadi denganku. Ke mana hati nurani kalian berdua? Apa kalian tidak memikirkan perasaanku?" Hatinya sakit, benar-benar sakit akibat pengkhianatan yang dilakukan oleh suami dan sahabatnya.
"Zoey, aku tahu aku salah dan tidak seharusnya aku tergoda dengannya!" Rain ingin menghampiri.
"Diam di sana!" Teriak Zoey.
"Tidak ada alasan, Rain. Apa pun yang kau katakan, nyatanya kau telah melakukan perselingkuhan dengan sahabat baikku dan aku rasa kita berdua selesai sampai di sini!"
"Apa maksud perkataanmu?"
"Apa kau tidak mendengarnya? Kita berdua telah selesai dan aku ingin bercerai denganmu!" Dia tidak sudi melanjutkan pernikahannya dengan seorang pengkhianatan.
"Tidak. Aku tidak akan menceraikan dirimu, Zoey!"
"Jangan egois. Kau yang memulai!" Meski dia begitu mencintai Rain tapi dia tidak sudi melanjutkan pernikahannya dengan seorang pengkhianat.
"Sandra, jelaskan padanya jika apa yang kita lakukan tidak seperti yang dia lihat!"
"Apa?" Sandra pura-pura linglung karena itulah yang dia inginkan. Menghancurkan hubungan Zoey dan Rain.
"Tidak perlu repot. Lanjutkan saja apa yang kalian lakukan!" Zoey memutar langkah dan melangkah pergi.
"Zoey, tunggu!"
"Aku tidak butuh pengkhianat seperti dirimu!" Zoey berlari pergi dengan air mata berderai. Hatinya semakin sakit setelah mendengar alasan Rain mengkhianati dirinya.
Padahal mereka sudah berjanji untuk saling menerima dalam suka mau pun duka, tapi kenapa hanya karena penyakitnya saja sudah membuat Rain mengkhianati dirinya?
Apakah sumpah yang baru saja Rain ucapkan adalah sumpah palsu?
"Akh!" Zoey sangat terkejut karena dia menabrak seseorang tanpa sengaja. Dia hampir terjatuh tapi tangan kekar yang menahannya membuatnya berada di dalam pelukan pria asing itu.
"Beraninya kau?" Suaranya terdengar berat. Nafas pria itu pun tampak memburu.
"Tuan, aku minta maaf. "
"Beraninya kau menjebak aku?!" Bahu Zoey di cengkeraman dengan erat sehingga membuat Zoey kesakitan.
"Tuan, apa yang kau lakukan?!" Zoey benar-benar tidak mengerti. Pria itu tampak menakutkan. Zoey berusaha memberontak tapi pria asing yang sedang berada di bawah pengaruh obat itu menarik Zoey masuk ke dalam kamarnya.
"Tuan, apa yang ingin kau lakukan! Lepaskan aku!" Zoey berusaha menarik tangannya tapi tenaga pria itu tidak main-main.
"Jangan harap aku akan membiarkan kau pergi!" Pintu kamar ditutup. Tubuh Zoey sudah berada di atas bahunya.
"Lepaskan! Lepaskan aku!" Zoey berusaha memberontak tapi pria asing itu telah melemparkan tubuhnya ke atas ranjang.