“Sir, mereka berdua telah bercerai dan laki-laki itu berada di luar dan ingin bertemu denganmu!” Charlie mendapatkan laporan dari anak buahnya siang itu.
Seringai menghiasi wajah. Dia tidak menyangka akan secepat itu hubungan Zoey dan suaminya berakhir. Dia kira masih akan memakan waktu beberapa bulan lagi tapi rupanya lebih cepat dari dugaan.
Tapi mau cepat atau lama, rencananya tetap akan dia jalankan dan dia akan membuat Zoey segera mencari dirinya lalu menyerahkan dirinya. Dia tidak akan melepaskan wanita itu begitu saja apalagi keadaan kekasihnya sudah dikabarkan ada perkembangan. Itu berarti dia harus mendapatkan ginjal Zoey secepatnya.
“Bawa dia masuk, aku akan berbicara dengannya!”
“Baik, Sir!” Anak buahnya pamit pergi untuk menemui laki-laki yang dia maksudkan dan laki-laki itu tentu saja Rain. Karena dia tak dapat mempertahankan hubungannya dengan Zoey dan karena dia tidak mendapatkan bantuan dari ayah Zoey jadi dia harus menerima tawaran yang diberikan oleh Charlie.
Dia tidak peduli apa yang akan dilakukan oleh pria itu karena yang dia pedulikan adalah mendapatkan bantuan yang dia inginkan.
Rain dibawa masuk ke dalam ruangannya. Dia memandangi Charlie setelah berada di dalam ruangan pria itu. Entah apa tujuan Charlie menawarkan bantuan padanya padahal mereka berdua tidak saling mengenal sebelumnya.
“Aku tidak menduga Tuhan Christov begitu cepat menemui aku,” ucap Charlie basa-basi.
“Tuan Jackson berkata akan membantu aku, lalu bagaimana mungkin aku bisa menundanya?”
“Aku memang akan membantumu, tuan Christov. Aku akan memberikan uang yang kau inginkan tapi harga yang harus kau bayar tidaklah murah.”
“A-apa yang kau inginkan?” Rain menelan ludah. Dia tampak was-was dengan bayaran yang diinginkan oleh Charlie.
“Kau tahu?” Charlie yang tadinya berdiri di depan jendela menghampiri kursinya. Dia duduk di sana lalu memandangi Rain dengan tatapan tajamnya, “Aku menginginkan mantan istrimu!” Ucapannya membuat kedua mata Rain terbelalak.
“Un-untuk apa?” Untuk apa pria itu menginginkan Zoey? Dia tidak tahu jika pria yang telah menghabiskan malam bersama dengan Zoey adalah pria yang duduk di hadapannya saat ini.
“Kau tidak perlu tahu akan hal itu. Cukup kabulkan keinginanku maka kau akan mendapatkan uang yang kau inginkan!” Dia memiliki rencana bagus untuk hubungan mereka berdua dan dia akan membuat pria itu yang menjadi tersangkanya nanti.
“Baiklah. Kau bisa memilikinya karena kami berdua telah berpisah. Asalkan uangnya aku dapatkan maka katakan apa yang kau inginkan!”
Seringai sinis kembali menghiasi wajah Charlie. Sesungguhnya rencananya bisa berjalan tanpa pria itu bahkan sedang dia jalankan tapi dia perlu seorang tersangka jadi pria itu adalah targetnya.
Dengan memanfaatkan hubungan mereka berdua yang buruk maka semua berada dalam kendalinya apalagi pria itu memang sedang membutuhkan bantuan. Dia hanya menggerakkan sebuah pion dan setelah itu, Rain Christov yang akan memainkan pion lainnya.
Rain yang sakit hati dan kecewa dengan Zoey serta ayahnya benar-benar menyetujui apa yang Charlie inginkan. Yang dia butuhkan adalah uang dan dia pasti akan mendapatkan itu.
Dia berada di ruangan Charlie cukup lama dan setelah membuat kesepakatan dengan pria itu, Rain bergegas pergi dengan perasaan puas. Dia akan menunjukkan pada Zoey jika perusahaannya tetap bertahan walaupun ayah Zoey tidak memberikan bantuan yang dia janjikan.
Dia akan membuat Zoey menyesal karena tidak mau memperbaiki hubungan mereka berdua tapi siapakah yang akan menyesal di antara mereka berdua nantinya? Pada saatnya tiba nanti dia akan melihat apakah Zoey akan menyesal atau tidak.
***
Zoey justru menyibukkan diri membuang barang-barang kenangan akan mereka berdua. Dia tidak ingin Rain berada di dalam ingatannya lagi oleh karena itu dia harus menyingkirkannya semua barang-barang yang pernah Rain berikan padanya.
Pria itu akan menjadi masa lalu yang harus dia lupakan. Kali ini dia akan berhati-hati mencari sahabat serta mencari pasangan hidup karena dia tidak mau apa yang baru saja dia alami kembali terulang untuk yang kedua kalinya.
“Zoey, apa yang kau lakukan di sana?” Ibunya menghampiri Zoey yang berada di taman belakang. Dia sedang sibuk membakar barang-barang yang sudah tidak dia perlukan lagi.
“Ya ampun, Zoey. Apa yang kau lakukan?” Ibunya bergegas menghampiri ketika melihat api yang cukup besar.
Putrinya tampak melemparkan sesuatu ke dalam api itu. Zoey juga merobek foto kebersamaannya dengan Rain satu persatu lalu melemparkannya ke dalam api.
“Apa yang kau bakar, Zoey?” Ibunya mulai mengambil barang-barang yang masih belum dibakar oleh putrinya, “Barang-barang ini masih bagus, kenapa kau bakar? Bukankah masih bisa kau gunakan?” Dia tahu semua itu adalah barang pemberian Rain tapi apakah harus dibakar seperti itu?
“Aku sudah tidak membutuhkannya lagi, Mom. Aku ingin mengubur kenangan kami berdua dan menyingkirkan Rain dari dalam hatiku. Barang-barang ini hanya akan mengingatkan kebersamaan kami saja jadi lebih baik aku musnahkan!” Dia kembali merobek selembar foto dan melemparkannya ke dalam api.
“Tapi semua ini masih bagus, Sayang. Bukankah harganya tidak murah? Jika kau memang sudah tidak mau, kau bisa memberikannya pada orang lain. Mommy rasa masih banyak orang yang menginginkannya.”
“Tidak. Aku lebih suka membakarnya. Biarkan semua barang ini musnah bersama dengan rasa sakit yang aku rasakan di hatiku!” Untuk melampiaskan perasaan kesalnya, Zoey kembali melempar beberapa barang ke dalam api yang menyala.
“Baiklah. Jika melakukan hal ini bisa menenangkan dan meredakan amarahmu maka Mommy tidak akan mencegah,” ibunya mulai membantu putrinya untuk membakar barang-barang yang tersisa.
“Bagaimana dengan persidangan kalian berdua. Rain tidak menuntut apa pun darimu, bukan?” karena ada sedikit masalah di kantor jadi mereka tidak bisa pergi menemani Putri mereka.
“Dia yang salah, tidak mungkin dia berani menuntut aku. Mesti dia meminta aku untuk mempertimbangkan hubungan kami berdua tapi tidak ada alasan bagiku untuk mempertahankannya.”
“Kau memang sudah mengambil keputusan yang tepat, Zoey. Mulai sekarang jangan menemui dirinya lagi dan kau harus menjauhi Sandra karena sejak awal dia bukanlah sahabat yang baik untuk dirimu. Tidak menduga dia justru menusukmu dari belakang dengan perbuatan menjijikkan itu,” dia juga kecewa dengan Sandra yang telah menghianati putrinya.
Padahal mereka sudah menganggap Sandra seperti putri kedua mereka bahkan dia dan suaminya tidak membenci Sandra walaupun dia lah dalang yang telah membuat Zoey mengalami penyakit epilepsi.
Zoey tidak menjawab. Dia terus melemparkan barang-barangnya ke dalam api. Hubungan mereka yang terjalin begitu lama hancur dalam sekejap mata. Pria yang begitu dia cintai, sahabat yang selalu dia percaya, pada akhirnya dia menyadari jika selama ini dia dikelilingi oleh para pengkhianat tapi beruntungnya semua telah berakhir.