26

1201 Kata

Farrel telah selesai melaksanakan tiup lilin atas surprise yang di berikan oleh orang-orang yang tidak pernah ia duga. Ia menerima pisau plastik yang di berikan Retha lantas memotong kue berbentuk kotak itu. Potongan pertama, hendak Farrel suapkan kepada Retha. Gadis yang satu bulan ini mengisi hari-hari suramnya menjadi berwarna, membuat hatinya yang sudah lama kosong terisi kembali, dan mengukir nama permanen di hatinya. Saat Farrel sudah bersiap menyuapkan potongan kecil kue cokelat itu, Retha menggelengkan kepalanya. Membuat tanda tanya besar hadir di benak beberapa orang yang berada di ruangan itu. "Yang pertama, buat orang tua kamu dulu, dong." ucap Retha lembut. Farrel melirik ke arah Amelia--ibunya yang juga menatapnya seraya tersenyum. Farrel yakin, itu hanyalah sandiwara. "B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN