27

1231 Kata

Setelah membaca pesan terakhir Valerie, Retha melemparkan sembarang tempat ponselnya. Tidak perduli kalau-kalau ponsel itu akan rusak, ia bisa membeli yang baru. Retha telah selesai membersihkan dirinya. Tadi, ia langsung pulang ke rumah tanpa mengikuti acara Farrel sampai selesai. Retha menahan tangisnya agar tidak tumpah semakin menjadi-jadi. Tentu bukan hal yang mudah bagi Retha. Mengingat jarak kamar Farrel dengan gerbang rumahnya begitu jauh, mungkin seperti Jakarta-Bogor. Apa lagi, saat di ruang tamu Amelia menahannya. Retha hanya bisa tersenyum sembari mengatakan tidak apa-apa. Belum lagi Farrel yang mengejarnya di belakang. Cowok itu berhasil mencegatnya di depan gerbang saat Retha ingin memanggil taksi. Retha tetap berontak ingin pulang walaupun Farrel terus memaksanya. Akhir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN