Setelah hampir tiga jam tadi malam bertelfon ria dengan Retha, Farrel menjadi sedikit lega karena cewek itu tidak marah untuk waktu yang lama. Sungguh, rasanya Farrel ingin merutuki dirinya sendiri yang sudah kelewat kasar pada gadisnya itu. Pagi ini, Farrel sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah. Bahkan, ia sampai tidak bisa tidur karena tidak sabar ingin sekolah. Cowok itu berseragam seperti gayanya yang biasa, bedanya, kali ini seragamnya sudah di setrika dan jauh lebih rapi. Walaupun ia tidak memasukan seragamnya. Farrel sudah siap, ia turun ke lantai bawah sembari bersiul-siul girang. Sudah lama Farrel tidak seperti ini. "Den Farrel, sarapan dulu?" tanya bi Siti saat Farrel hanya berlalu melewati meja makan. Farrel menoleh sebentar lalu tersenyum kepada bi Siti. "Enggak, Bi.

