35

1093 Kata

"Jadi, ini ya, acara yang lo bilang lebih penting daripada ngurusin pensi?" Seketika, tubuh Retha mematung. Ia sudah tahu siapa orang yang berbicara di belakangnya saat ini, di tengah keramaian mall yang sedang disesaki para pengunjung karena ini hari Sabtu atau weekend. Retha membalikan tubuhnya pelan, sedikit tersenyum kaku pada dua orang yang kini sedang menatapnya dengan tatapan yang berbeda. Radit dengan taapan kecewa, sedangkan Cindy dengan tatapan sinis. "Emang, dasar nggak becus. Pensi aja sampe di lupain, malah milih cowok." ujar Cindy sinis. Farrel yang berada di samping Retha, merasa tidak terima karena gadisnya sedang di hakimi. Apa lagi di hadapannya adalah Radit, musuhnya dari kelas sepuluh. "Terus, kalo dia jalan sama gue, kenapa?" tanya Farrel dengan alisnya yang teran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN