Hari demi hari telah berlalu. Retha sudah mulai bisa mengikhlaskan kepergian Bunda-nya. Gadis itu sudah mulai kembali ceria lagi sekarang, dengan Farrel yang selalu disisinya disaat suka maupun duka yang menjadi alasan Retha sudah mulai ceria lagi. Dua minggu pasca kepergian Bunda-nya, Retha habiskan dengan berbagai macam kesibukan. Bukannya ia tidak perduli, hanya saja ia tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan. Ayahnya saja bisa kuat, mengapa ia tidak? Saat ini, gadis itu sedang duduk di atas meja belajarnya. Jari jemarinya sedang menari-nari di atas keyboard laptopnya. Retha sedang membuat laporan untuk acara pensi sekolah yang akan di adakan seminggu lagi. Sebenarnya, ini bukan tugas Retha. Ia bukan anggota osis atau pun seksi acara. Namun, karena keahliannya di dalam bidang meny

