Retha terus menangis di pelukan Farrel. Sedangkan Farrel, cowok itu menatap nanar ke arah wanita yang sedang berjuang antara hidup dan mati sekarang. Mesin EKG yang di gunakan untuk memperlihatkan detak jantung ibu Retha, geraknya tidak beraturan. Membuat Retha semakin tegang. Dokter yang sedang menangani ibu Retha, kelabakan karena kurang lengkapnya alat-alat untuk menyelamatkan ibu Retha. Ia membutuhkan alat kejut jantung, namun alat itu tidak ada di sini. Tiba-tiba, mesin EKG berbunyi nyaring. Menampakan garis lurus, seiring dengan detak jantung ibu Retha yang berhenti, serta nafasnya yang terhembus untuk terakhir kalinya. Dia telah pergi. Tubuh Retha membeku saat mendengar suara mesin EKG. Walaupun ia tidak melihat, namun Retha tau apa arti bunyi itu. Detak jantung ibunya sudah be

