31. Weird Feeling

1740 Kata

Aurel menyesali perbuatannya tempo hari yang hanya mengamati dan tidak melakukan apa-apa—duduk manis di kursi rumah. Membiarkan Auva kerja rodi mengurusi bekal Granola dengan jerih payah dalam semalam. "Jangan manyun. Kerja lo juga bagus, gue suka." Aurel tersipu malu dipuji oleh Revan langsung. Ternyata cowok blasteran itu dapat menghargai sebuah usaha seseorang, haruskah kejadian ini dicatat sebagai nilai plus? "Maksud gue, gue suka hiasan cantik di kotak bekal yang kalian berdua udah bawain." Revan berdeham singkat, nada suaranya terdengar malu, perlahan suasana berubah menjadi awkward. "Lagunya itu buat gue, kan?" Revan membuat Aurel terkesiap. Bagaimana bisa cowok itu secepat ini menyadari maksudnya dari lirik lagu yang waktu itu dirinya bawa dengan memainkan Harpa Elektriknya?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN