"Halo, Kakak! Maaf kalau kita berdua bertamu menjelang sore-sore begini tanpa pemberitahuan." Lyana terkejut setengah mati mendapati kedua adik kelasnya berdiri di depan pintu yang menjadi akses utama rumah dengan wajah tanpa dosa. Sebenarnya kapan cewek berbadan mungil itu memberi alamat lengkap rumahnya, eh, lebih tepatnya bagaimana mereka langsung bisa mengetahui lokasinya tinggal? "Siapa yang ngasih tau alamat rumah gue ke kalian berdua?" Usai berkutat dengan pikiran sendiri, Lyana segera menghapus lamunan sambil bertanya pada Aurel dan Auva, mempersilakan keduanya masuk ke rumah sederhana di mana dirinya hanya tinggal dengan sang ayah yang sedang jatuh sakit. "Kak, gue bawain buah-buahan buat ayah lo, semoga beliau lekas sembuh." Mata Lyana berkaca-kaca menerima buah tangan yang b

