"Ya, good luck buat lu aja deh." Auva hanya menghela napas saat Aurel kini kembali bertingkah kekanakan. Aduh, lebih baik memikirkan dan memilih tempat kencan yang cocok, kemudian menentukan giliran siapa yang maju berinisiatif memulai effort kedua ini. "Enakan mana ya, boleh minta saran, Va? Bagusan antara restoran bintang lima langganan gue dekat sini atau kita bertiga minta izin jalan-jalan naik satu buah kapal pesiar pribadi keluarga gue?" Astaga. Demi apa, sih? Rasanya sekujur tubuh Auva meleyot mendengar Aurel menyebut satu per satu berbagai nama tempat kencan yang seumur-umur belum pernah dirinya datangi secara resmi karena biaya masuk yang tidak memadai. "Woi, Auva! Roh lo kok, kayak keluar dari raga? Horor banget asli." Dirinya langsung terkesiap saat Aurel spontan mengguncang-

