"Uhuk, jadi ide gila lo apaan?" Aurel memberenggut penuh khidmat, sangat menghayati doanya itu dengan wajah yang sungguh-sungguh. Iyalah, dirinya tak bisa melakukan suatu hal yang paling dibencinya. Kalau Auva mengusulkan sesuatu, mana mungkin Aurel masih bisa berpikir positif! "Lo harus bergaya seksi di hadapan Revan berduaan pas jam kosong. Nah, karena Bu Sonya ijin, enggak ngasih materi dulu besok. Nanti gue siapin baju yang harus dipakai! Gimana?" Seluruh langit-langit dunianya seakan runtuh mendengar ucapan Auva yang mirip seperti sangkakala hari kiamat. Kalau begitu, apakah Aurel mestinya menggali liang lahat untuk dikubur hidup-hidup detik ini juga? "Dasar pembawa bencana!" u*****n yang keluar tidak membuatnya sakit hati, malahan Auva tertawa ngakak karena terbilang jarang Au

