26. Bad Luck!

1630 Kata

"Apa ini masih bisa untuk dilanjutin? Peluangnya jadi berkurang." Meringis. Effort ketiga adalah memberi pujian yang pantas orang itu terima. Dan ya, masalahnya Auva tak pandai memuji seseorang, bertolak belakang dengan Aurel yang sekali berbicara membuat orang-orang tak sungkan mendekat. "Serahkan ke gue. Gue, kan, pakarnya dalam menaklukan hati teman-teman di semua angkatan. Lo liat sendiri kan mereka suka nempelin gue ke mana-mana?" Auva menganggukkan kepala tak bisa menyangkal. Bagaimanapun, dirinya tak boleh melarang si sahabat terlalu dekat-dekat dengan Revan. "Nggak usah khawatirin taruhan kita jadi berantakan deh. Karena lo punya gue yang bisa diandalkan!" ujar Aurel sembari tertawa renyah bak kerupuk yang dijual oleh pedagang kaki lima, cewek feminim itu sempat-sempatnya berla

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN