"Nggak harus, tapi semisal lo bakalan lanjut permainkan seseorang apalagi perasaannya, entar itu balik lagi ke diri lo. Tolong sekali ini aja dengerin gue, Va!" sentak Faisal membuat Auva kini mendecak sebal. Cewek itu mengerti bahwa Faisal mencemaskannya sebagai teman, tetapi tahu batasan, dong! "Ya, ya, ya. Gue tau, gue paham apa yang gue tuai itulah yang gue dapetin. Lo nggak perlu sok nasehatin gue, Fai." Auva mendengkus, merotasikan mata kesal. Karena mereka sudah tak terikat dalam hubungan yang berhak dalam mengatur urusan masing-masing. "Revan Aprileo? Nggak salah, tuh, dia?" Jujur saja, Auva hanya beralibi dengan menjual nama Revan agar Faisal berhenti mengganggunya. Jika ada waktu, Auva akan meminta maaf secara langsung ke orangnya, suer! Auva melangkah sembari menghirup udar
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


