Bab.10 Kejujuran

1318 Kata

  Lovena tidak ingin tinggal lebih lama lagi, dia berbalik dan segera bangkit berdiri.   Namun, kakinya kesemutan akibat ditekan oleh Gerald dan tangannya masih diikat dengan dasi. Keseimbangannya hilang dan tubuhnya jatuh ke arah depan.   "Ah!" Di depan Lovena ada meja kopi yang terbuat dari batu marmer yang keras, dia kira riwayatnya akan tamat saat itu juga.   Lovena pasrah sambil memejamkan matanya, menunggu datangnya rasa sakit itu. Tapi, dia justru jatuh ke dalam pelukan hangat.   Gerald memeluk pinggang Lovena. Ekspresi pria itu antara senyum dan tidak, seolah sedang menertawakan kelakuan Lovena bertentangan dengan kata-katanya.   Baru saja Lovena berkata tidak mau menjadi kekasihnya. Namun di detik berikutnya, dia kembali melemparkan dirinya ke dalam pelukan Gerald…   Lovena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN