Romantis Ala Gamma

1096 Kata
Alfarin menganti-ganti channel yang ada di layar televisinya,dia mencari-cari channel televisi yang menarik untuknya, namun sudah beberapa kali dia berulang-ulang tetap saja tidak menemukan channel yang tepat. Alfarin berdecak sebal,dia mematikan layar televisi lalu bergegas pergi ke kamar. Di dalam kamar, Alfarin memutar matanya begitu melihat Gamma yang belum juga berada di sana. Sehabis acara membuat deg-degan tiba-tiba siang tadi,bGamma keluar dan belum kembali ke rumah. Hal itu yang membuat Alfarin sebal. Alfarin berjalan ke arah meja lalu dia terduduk di kursi tepat di depan meja itu.bPemandangan gedung-gedung pencakar langit terlihat jelas di sana, memang begitu indah ibu kota pada malam hari. Puas menikmati pemandangan itu, Alfarin menarik laptopnya dari atas meja lalu membuka layar laptop berwarna putih itu. Begitu Alfarin menghubungkan laptopnya dengan wifi, semua pemberitahuan masuk dengan bertubi-tubi. Alfarin membuka pemberitahuan itu satu persatu, namun tidak ada yang menarik untuknya. Alfarin membuka timeline yang terdapat di dalam aplikasi line-nya. Melihat post terbaru yang di share salah satu OA membuat Alfarin membukanya. Membaca post itu membuat Alfarin senyum-senyum sendiri, entah menurutnya post ini sangat berhasil membuat dirinya menjadi terbawa perasaan. "Kamu baca apaan sih?" suara itu terdengar tiba-tiba. Alfarin refleks menutup layar laptopnya, dia menolehkan pandangan ke belakang ternyata Gamma berada tepat di belakangnya. Alfarin seketika mengerutkan alisnya, dia bingung sendiri. Padahal dia tidak mendengar tanda-tanda seperti pintu yang terbuka ataupun langkah kaki yang bersentuhan dengan lantai. "Kamu baca apa? "tanya Gamma sambil menarik kursi di samping Alfarin lalu duduk di sana. "Chattan kaya di line gitu, Kak," jawabnya singkat. Dia membuka kembali layar laptopnya berniat untuk membaca post lainnya. "Chattan seperti apa?" "Kaya gini nih," ucap Alfarin sambil menunjuk layar laptopnya. Gamma membaca itu langsung tersenyum, "keren banget ya cowoknya, aku jadi baper bacanya."lanjut Alfarin. "Kamu kode ke saya? Biar saya kasih kamu bunga atau kasih coklat tiba-tiba gitu?" tanya Gamma menyuduti. Tangan Alfarin tiba-tiba terhenti, dia menoleh tidak terima ke arah Gamma. "Pede banget!" ucapnya singkat. "Saya orangnya peka banget loh." "Terus?" tanya Alfarin sambil menaikan alisnya. "Liat kamar sebelah gih. Kali aja saya bisa bikin kamu baper kaya cowok yang kamu iri-in." "Ada apa emang?" "Coba bayangin sesuatu yang bikin kamu baper." "Kakak kasih aku bunga?" tanya Alfarin dengan mata berbinar-binar di dalam pikirannya sudah membayangkan hal-hal romantis. Andai saya seperti itu, Alfarin berdoa di dalam hati agar kali ini keinginannya tersampaikan. "Enggak. Coba liat kamar sebelah, banyak kertas data-data pasien. Tolong bawain ke sini." Mendengar itu membuat seketika dunia imajinasinya hancur semua dan hatinya mencelos begitu saja. Please, Alfarin sangat kesal sekarang dan oleh karena itu jangan ganggu dia. "Oh ... kirain kan ...." ucap Alfarin sambil membuang pandangannya. "Bercanda sayang ... ga ada apa-apa di kamar sebelah. Dinner romantis yuk?Saya udah siapin tadi siang tadi." Ini imajinasi atau tidak yang penting ucapan itu keluar dari mulut Gamma dan bukan dari pikiran wanita itu dan saat itu juga Alfarin menarik benang merah kalau saat itu juga dia tidak sedang berimajinasi. Alfarin memasuki mobil dengan memakai pakaian yang senada dengan Gamma. Dress berwarna merah jambu dipadukan dengan kemeja berwarna hitam memang menjadi perpaduan yang sangat cocok. Apalagi yang membuat mereka semakin cocok adalah pria yang tampan dipadukan dengan wanita yang cantik. Gamma menoleh singkat ke arah Alfarin lalu tangannya mengambil tissue. "Nih," ucapnya sambil menyodorkan tissue itu ke arah Alfarin, tentu saja melihat itu membuat Alfarin mengerutkan alisnya. Perasaannya, dia tidak ada yang salah."Hapus lipstik kamu, merah banget kaya wanita dewasa."lanjutnya. Alfarin langsung menepis pelan tangan Gamma, dia rasa lipstik yang dia pakai tidak terlalu bermasalah. "Ga usah Ka-" ucapnya terputus begitu merasakan bibirnya yang dikecup Gamma. Gamma menundurkan wajahnya lalu menatap Alfarin dengan wajah menahan tawa. Bagaimana tidak?Alfarin seketika menjadi kaku, diam tanpa berkedip. Gamma tahu mungkin ini pertama kalinya, tetapi seharusnya Alfarin tidak usah sekaget itu karena dia hanya sekedar kecupan bukan lumatan. "Jangan salahin saya, siapa suruh enggak mau dihapus." Alfarin mengerjapkan matanya, dia baru tersadar dari kakunya beberapa detik tadi. "Iya Kak," jawab Alfarin tersenyum kikuk. Sadar atau tidak pipi wanita itu sangat merona, selalu seperti itu padahal Gamma sering berperilakuan seperti itu. . Alfarin menutup mulutnya seketika. Dia saat ini sangat tercengang begitu melihat apa yang kini berada di hadapannya. Sangat jauh dari ekspetasinya, bukan,bukan lebih buruk ,tetapi lebih baik. Oh ayolah, perempuan mana yang tidak kaget begitu melihat tulisan i love you di hadapannya dengan dibentuk oleh bunga mawar merah. Alfarin memutar pandangannya menghadap Gamma, Gamma juga sedang memandangnya dan jadilah kedua orang itu saling berpandangan. Alfarin melemparkan senyumannya, Gamma mendekat lalu langsung memeluk Alfarin erat. "Saya cinta kamu ... saya sayang kamu ... Fa," ucap Gamma tepat di telinga Alfarin. "Aku juga Kak," ucap Alfarin sambil mengeratkan pelukannya. Lama dengan posisi seperti itu, akhirnya Alfarin yang lebih dahulu melepaskan pelukannya. Gamma yang melihat itu menatap Alfarin dengah penuh tanya. "Sesak Kak," jawab Alfarin sambil mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Setelah dirasa cukup, Gamma menganggam tangan Alfarin lalu membawanya ke meja dinner. Dia ingin makan dan ngobrol di sana. Alfarin duduk di hadapan Gamma dan Gamma juga duduk di hadapan Alfarin. "Kakak, aku senang banget, makasih ya,"vucap Alfarin dengan mata berbinar-binar.vDi dalam hati Gamma berteriak kegirangan, untung kali ini berhasil. Gamma tersenyum simpul, dia mengambil sesuatu di kantung kemejanya lalu menyodorkan benda itu kepada Alfarin "Buat kamu," ucapnya. Alfarin langsung memandang itu dengan tatapan lagi-lagi kaget,cbegitu banyak kejutan yang Gamma berikan hari ini sampai-sampai rasanya jantung pada dirinya sudah mau terjatuh saking tidak kuat lagi menahan detakan yang begitu kencang, "ambil,sayang." Tangan Alfarin bergerak untuk mengambil benda itu, dia membukanya dan ternyata isinya adalah sebuah kalung permata yang sangat cantik. Alfarin suka, sangat suka. "Kak,ini bagus banget," ucap Alfarin dengan mata yang masih menatap kalung itu. "Kamu sukakan, Sayang?" Alfarin mengangguk cepat. Melihat orang dia sayangi bahagia membuat pria itu juga bahagia, indahnya kalau akan terus seperti ini. "Sayang ...." panggil Gamma.cAlfarin langsung menoleh, Alfarin baru tersadar kalau sedari tadi Gamma memanggilnya dengan kata 'Sayang'. Alfarin langsung tersenyum kikuk. "Iya Kak?" tanya Alfarin dengan gugup. Wanita itu memang seperti itu, tidak bisa mengatasi kegugupannya. "Kamu mau panggilan kita apa?Sayang? Baby? Bebeb? Honey?Sweety?" "Jangan kaya gitu, geli Kak dengernya." Mendengar itu membuat alis Gamma seketika berkerut. "Geli? Berarti kamu ga suka saya panggil sayang?" tanya Gamma memcoba memperjelas. Alfarin memutar-mutar pandangannya, mencoba mencari jawaban yang tepat. "Hmm ... suka sih, tapi aku ga mau panggil Kakak kaya gitu." "Kenapa? Kamu ga sayang saya?" "Kalau sayang ga perlu selalu diucapan Kak dan itu Kakak masih pakai bahasa saya, terlalu formal Kak," jawab Alfarin. "Terus kamu mau saya panggil apa?" "Aku-kamu aja. Jangan ada kata saya." "Tapi saya-aku mau panggil kamu sayang." "Kakak tega yah, setiap Kakak sebut itu jantung aku deg-degan dan tubuh aku jadi lemas." Gamma tersenyum sambil menaikan alisnya, dia ingin mencoba kembali menggoda Alfarin. "Kalau aku panggil cinta? Akukan cinta sama kamu, Fa." "Aku bukan cinta yang di AADC Kak. Tahu deh terserah Kakak, aku cape,"cucap Alfarin sambil membuang pandangannya. "Kok ngambek?cJangan ngambek mulu." "Abisnya Kakak sih." "Yaudah saya ... eh aku minta maaf ya ... Sayang." "IH KAKAK!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN