Pagi menjelang Malam, Gamma masih setia menunggu Alfarin yang belum juga pulang. Di dalam hati Gamma berjanji, dia tidak akan mau lagi untuk mengizinkan Alfarin pergi sendirian kalau tahu bakal seperti ini. Kekhawatiran, kecemasan, dan kemarahan bercampur aduk di wajah pria itu. Helaan napas keluar dengan jelas, Gamma masuk ke dalam rumahnya lalu bergegas pergi ke kamarnya. Dia ingin mengambil kunci mobil dan bergegas untuk mencari Alfarin. Dia tidak boleh hanya menunggu di rumah, dia harus mencari Alfarin sampai ketemu, namun baru saja kakinya menginjak tangga kedua, bel terdengar berteriak sontak membuat Gamma berhenti dan langsung memutar arah kembali menuju pintu. Di depan pintu kaca ini, tangan Gamma memutar gagang pintu dan beberapa detik kemudian pintu terbuka menampilkan wajah Al

