Setelah mendengar kabar yang sangat tidak mengenakkan, Kartika kembali ke ruangan rawat Andira. Duduk di dekat perempuan itu, memandangnya dengan seribu makna tersembunyi, memijit tubuhnya yang ternyata sudah terserang penyakit yang mematikan. Lama kelamaan, Kartika menangis dengan sendirinya. Ia tidak kuasa mengingat dan mendengar ucapan dokter sebelumnya terhadap kondisi Andira sekarang. 'Kondisi Andira sekarang sudah agak lemah. Sepertinya ini sudah lama terjadi dan sepertinya Andira sudah mengetahuinya. Ia tidak mungkin tidak merasakan gejala yang menyerangnya, semisal pusing yang berlebihan, pandangan yang mulai buram, keseimbangan tubuh yang mulai terganggu, bahkan mual muntah yang tak biasa. Itu semua adalah gejala awal dari kanker otak, dan saya rasa Andira berusaha untuk menyembu

