Gio merasa semuanya telah mempermainkan dirinya. Ia memang hidup dalam kemewahan, namun kebahagiaan tidak bisa ia miliki. Semua kesalahan dan penderitaan datang padanya bertubi-tubi. Mendengar Andira mengidap penyakit kanker otak, Gio merasa dunianya hancur. Sekarang ia sadar mengapa Andira selalu berkata untuk ia menjaga kedua adiknya. Gio sering kali bertanya alasannya, namun selalu di alihkan. Sekarang ia paham, sangat yakin kalau alasannya adalah karena penyakit yang di idapnya. "Kanker otak? Penyakit itu sangat serius sekali nek, kenapa dia bisa menyembunyikannya pada semua orang sampai selama ini? Tidak kah dia peduli dengan orang yang ia sayangi. Oke, mungkin aku tidak terlalu berarti baginya, tapi Diba dan Dina?. Segala sesuatu yang Andira lakukan sekarang itu adalah untuk kedua

