Di pertengahan jalan menuju apartemennya, Gio menyalahkan dirinya sendiri karena sudah bertindak bodoh. Ia telah melakukan hal yang salah, meninggalkan Andira sendiri di ruang rawat dalam kondisi berkabung. Gio mengutuk dirinya sendiri. Kini ia tidak bisa fokus. "Bodoh! Bodoh!. Astaga, kamu bodoh sekali Gio!. Bagaimana mungkin kamu meningalkannya dala keadaan seperti ini. Tapi aku juga tidak bisa mengabaikan Diana begitu saja. Dia membutuhkanku. Aaaaaaaaaaaaa! Kenapa semua ini harus terjadi sama akuuu!" Gio marah dengan dirinya sendiri. Ia tidak bisa memilih dua-duanya, di paksa memilih salah satu yang mana itu adalah suatu hal yang sangat sulit. Ada hati dan perasaan yang harus di korbankan. "Ini tidak boleh terjadi!. Andira harus menjadi milikku!" Tidak lama kemudian ia sampai di dep

