Egois

1881 Kata

Andira masih saja menangis, bahkan di dalam kamarnya. Ia nangis sesegukan dan untungnya jarak antara kamarnya dengan kamar Diba dan Dina cukup jauh sehingga tidak membuat mereka penasaran. Ponselnya terus saja berdering dari dari orang yang sama. Andira terus saja mengabaikan panggilan itu, bahkan ia sampai menaruhnya di dalam lemari. Tidak hanya itu saja, Andira juga mengunci kamarnya sebagai bentuk antisipasi bila nantinya kedua adiknya tiba-tiba penasaran dan menanyakan segalanya. Ia belum siap untuk jujur pada mereka dan tidak mau pula untuk berbohong, kecuali kehamilannya yang sekarang. Padahal kemarin saja Kartika mengetahui kabar kehamilannya, lalu hari ini hubungannya sudah renggang dan akan sulit untuk di perbaiki. Terlalu lama menangis membuat Andira kehausan. Padahal dia sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN