Sontak setelah mendengar nama Diana yang di sebut, Gio langsung berlari masuk ke ruanganya untuk memastikan apakah Diana yang dimaksud Leo adalah Diana-nya atau Diana lain. Dengan tidak sabaran, Gio membuka pintu ruangannya sendiri. Gio mematung kala melihat perempuan itu tersenyum seperti tidak pernah terjadi sesuatu diantara mereka. Tanpa mengulur waktu, Gio langsung memeluk Diana erat. Ia bahkan tidak mau memisahkan jarak diantara mereka. Saking tidak percayanya dengan perempuan yang ia peluk sekaran, Gio menangis dalam pelukan erat perempuan itu. "Kamu tidak akan pergi lagi kan, Diana? Kamu akan selalu berada di sisiku, kan Diana?" Tanya Gio di sela tangisnya. Ia terisak, tidak bisa menyangka bahwa ia akan bertemu dengan perempuan ini lagi. Ia pikir tidak akan pernah bertemu karena

