Gio bergegas turun ke bawah dan mengambilkan air hangat untuk Andira, persis seperti halnya tadi malam. Namun kali ini ia bisa membawa gelas yang berisi air hangat itu dengan baik, tidak tertumpah terlalu banyak. Sebelum naik, ia melihat Diba dan Dina yang baru saja keluar dari kamarnya, masih dengan keadaan setengah sadar dan mengucek matanya. Sambil tersenyum, Gio menghampiri dua anak perempuan itu dan menyapanya. "Halo, selamat pagi cantik!" Sapa Gio. "Halo kak!. Mana kak Andira?" Tanya Diba. Gio mensejajarkan tubuhnya dengan kedua anak itu dan membuat rambut keduanya berantakan. "Pagi-pagi kalian sudah mencari kakak kalian. Kebetulan kak Andira masih tidur" Bohong Gio. Ia tidak mungkin mengatakan kalau Andira baru saja muntah karena hamil. Tidak mungkin!. "Hmm... tidur? Tumben se

