Karena pelukan erat yang dilakukan oleh Gio, Andira tidak bisa tidur sama sekali. Ia telah mencoba untuk memejamkan matanya, dan berusaha untuk terlelap seperti yang dilakukan oleh Gio di sampingnya. Namun, ia tak kunjung bisa. Kini ia bagaikan menjadi guling Gio yang mana pria itu tidak mau melepaskan pelukannya sama sekali. Andira tidak punya pilihan lain selain diam dan menikmati malam yang kurang beruntung ini. Tiba-tiba ia merasa ingin memuntahkan isi perutnya. Ia berusaha melepaskan tangan Gio dari tubuhnya, akan tetapi tangan pria itu masih erat memeluk tubuhnya. "Hmm... Jangan" Ucap Gio pelan. Andira memukul tangan Gio keras hingga membuat pria itu mengaduh kesakitan dan bangun. Sontak hal itu menjadi kesempatan bagi Andira untuk langsung berlari ke toilet dan memuntahkan isi pe

