Ginggi menatap si Renal dengan serius lalu berujar kembali “Apa kau sudah mengutus seseorang untuk berbicara dengan mereka?” Si Renal mengangguk “Sudah Bos Besar, saya sudah mengutus beberapa orang untuk membicarakan hal tersebut kepada pihak Tuan Tong. Tapi mereka selalu ditolak bertemu dengan Naga Tua dari Timur itu, mereka hanya ditemui oleh seorang perwakilan dari pihak Tuan Tong.” “Siapa yang mewakili mereka?” tanya Ginggi. “Seorang bocah yang baru lulus SMA. Dia bilang dia salah seorang cicit Tuan Tong.” Ujar Renal. “Kurang ajar! Tuan Tong sudah meremehkan kita. Dia hanya menganggap kita sekedar bocah ingusan belaka!” Geram Ginggi memukul meja dengan tangannya. “Itu yang saya maksud Bos Besar. Tuan Tong sudah menghina bisnis kita, ia sengaja mengutus cicitnya tersebut. Ini adal

