“Bos, kita akan sampai sebentar lagi!” Si Renal menunjuk ke arah pelabuhan kecil yang berada sekitar seratus meter dari arah mereka. Ginggi yang sebenarnya sudah mengetahui dari teropongnya mengangguk, ia meletakkan teropongnya dan berpaling ke arah Silvi. “Tolong beri tahu yang lain kalau kita sudah sampai dan agar mereka bersiap-siap.” Ujar Ginggi. “Oke!” Silvi menyahut dan kemudian masuk ke dalam ruangan di dalam kapal. Si Bram masih tertidur di dalam kabinnya. Setelah diberikan obat oleh Jenny ia berubah menjadi lebih baik dan tidak lagi muntah-muntah, terlebih kemudian Jenny bersama kedua rekannya malah menunggui si Bram. Ali sedang sibuk dengan berbagai kertas dan catatannya, ia memang seorang pekerja keras. Silvi memberi tahu mereka kalau mereka sudah sampai di tujuan. Si Ali s

