Hari itu juga, Ginggi dan rombongannya segera kembali ke ibu kota. Ginggi tidak membicarakan perihal ayah Dewi yang diam-diam mengunjungi makam sang istri kepada Silvi dan yang lainnya. Mereka pun tidak bertanya kenapa Ginggi secara mendadak ingin kembali pulang ke ibukota, Ginggi adalah Bosnya, dia sang Bromocorah yang bebas hendak kemana kapan saja. Sebagai anak buah maka mereka hanya bisa pasrah ikut kemauan Ginggi saja. Sastro dan si Sri diberikan amanat yang lebih besar lagi oleh Ginggi. Sepasang suami istri itu kini harus siap mengelola yayasan yang akan membawahi sekolah dan beberapa panti asuhan yang akan mereka bangun di kota mereka secara bertahap. Ginggi berpesan kalau ia akan sesekali datang untuk melihat perkembangan atau bila ada hal yang penting serta mendesak sehingga ia
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


