30. Biar Aku Saja

1875 Kata

Lisa menatap layar ponselnya dengan kening berkerut. Ia tampak meragu selama beberapa saat. Ia dilema apakah harus mengangkat atau mengabaikan panggilan telepon dari Mamanya Rey itu. "Gak usah diangkat kalo kamu gak pengen ngomong sama Mama. Biarin aja," ujar Rey "Kayaknya aku angkat aja deh. Bagaimanapun juga dia Mama kamu." Lisa akhirnya menjawab panggilan telepon itu. "Halo, Tante." "Lama sekali kamu angkat telpon saya! Sudah ngerasa hebat kamu ya!" teriak Grace Lisa menghela nafasnya. Ia terdiam beberapa saat untuk mengatur emosi hatinya tetap tenang. "Maaf, Tante. Saya baru liat HP. Kenapa ya, Tante? Ada yang perlu Tante bicarakan ke saya?" Lisa mencoba tetap sopan, meski perlakuan yang diterimanya tidaklah menyenangkan. "Sangat banyak yang harus saya bicarakan ke kamu! Besok sia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN