Grace berjalan melalui lorong rumah sakit untuk menjenguk Lisa. Wanita yang sejak dahulu ia pandang hina, tapi ternyata telah menyelamatkan hidupnya. Meskipun ia tak menyukai fakta bahwa dirinya berhutang nyawa pada anak itu, tapi tak mungkin ia mengingkari fakta itu. Ia memang berhutang nyawa pada Lisa, kekasih anaknya yang tak pernah dipandang setara dengan kelas anaknya. Grace mentertawakan dirinya di dalam hati ketika melihat kotak makanan yang sedang dipegangnya sendiri, tanpa bantuan asisten. Baginya, ini sebuah tanda penghormatan untuk wanita itu. Grace, seorang CEO perusahaan besar, memiliki ribuan pegawai, kini mau bersusah payah menghampiri wanita miskin untuk menjenguk dan memberinya kotak makanan. Bagi Grace, Lisa harus merasa terhormat mendapat perlakuan seperti ini darinya.

