Rey menangkap perilaku tak biasa dari Grace. Mamanya itu tak biasanya menelepon di siang hari begini. "Ma?" tanya Rey. Sudah sepuluh detik berlalu. Mamanya itu masih terdiam dan belum mengeluarkan kata apapun. Hanya suara gumam dengan nada penuh keraguan yang didengar oleh Rey. "Rey..." "Iya, Ma. Ngomong aja. Ada apa sih?" Rey mulai tak sabar. Ia mulai penasaran dengan apa yang telah terjadi. Sungguh tak biasa Mamanya itu penuh keraguan ketika akan berucap. "Lisa... Lisa terluka lagi, Rey." Rey langsung beranjak dari kursi kerjanya. Raut wajahnya langsung berubah panik. "Terluka lagi? Terluka gimana?! Lisa kenapa, Ma?" tanya Rey penuh kecemasan. "Tadi Mama mau jenguk Lisa. Pas buka pintu, Mama liat ada Sherly di sana. Sherly lagi mau coba bunuh Lisa, Rey. Wanita itu mau

