Rey menemukan Mamanya sedang duduk di kursi yang ada di depan ruang kamar Lisa. Grace tampak menyenderkan tubuhnya ke dinding dengan mata terpejam. Rey bisa melihat raut kelelahan di wajah Mamanya itu. Rey tau Mamanya pasti telah sibuk bekerja seharian. Kelelahannya semakin bertambah dengan ikut menjaga Lisa sampai sekarang. Rey tersenyum dengan penuh rasa terima kasih. Rey menepuk tangan Grace. Mamanya itu langsung terbangun ketika menerima tepukan tangannya. “Sorry, Ma.” “Eh, Rey. Kamu udah sampe ternyata.” Grace membetulkan posisi duduknya. Grace menatap Rey yang kini telah duduk disebelahnya. “Kondisi Lisa gimana, Ma?” tanya Rey. “Sekarang dia udah baik-baik aja. Luka di tangannya sudah dijahit. Cuma darah yang keluar itu cukup banyak. Jadi anak itu terima transfusi darah. Gak bany

