"Sampai kapan kamu akan menjatuhkan martabat orang-orang di sekitarku?" Hamka langsung mempertanyakan rasa penasarannya pada pria yang ditugaskan kakeknya melalui sambungan telepon. Tidak lupa menggunakan fitur loud speaker agar kakeknya ikut Mendengar. "Apa maksud Anda, Pak Hamka. Saya kurang mengerti." "Nggak usah pura-pura bodoh! Selama ini kamu memberikan informasi palsu kepada kakekku. Siapa sebenarnya orang yang menggaji kamu, hah!" bentak Hamka, merasa tidak sabar lagi diperlukan seperti ini oleh bawahan kakeknya. "Pak Hamka, sebenarnya apa—" "Mulai hari ini kamu dipecat. Jangan pernah berharap bisa menghancurkan kehidupanku lagi, demi melindungi orang yang berniat buruk terhadap keluargaku." Hamka langsung memutuskan sambungan telepon begitu merasa sudah selesai membuktikan pa

