Bab 49. Lawan Licik

1162 Kata

"Di mana?" tanya Intan, saat staff bawahannya memberitahu bahwa ada tamu yang menunggu dan ingin bertemu. "Di lobi," sahut perempuan itu sambil menutup pintu berbahan dasar kaca transparan itu lagi. Intan menghela napas panjang, lalu mengecek ponselnya yang tergeletak di atas meja. Nggak ada pesan dari siapa pun yang masuk. Itu artinya tamu itu tidak membuat janji dulu dengannya. "Siapa sih!" gerutunya malas. Kerjaannya banyak, itulah yang membuat Intan sebenarnya malas banget keluar dari ruangannya. Namun, karena tidak mau dianggap sombong dan mengabaikan tamu, ia terpaksa menemuinya meski tanpa melakukan jani temu terlebih dahulu. Ya, anggap saja sekalian ia meregangkan otot pinggangnya yang kaku, Intan berjalan-jalan ke luar ruangannya. Jam masih menunjukkan pukul sepuluh pagi. Kar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN