Bab 46. Ketika Hati Sudah Memilih

1242 Kata

"Apa yang kamu lakukan tadi, Hamka?" Suara kakeknya terdengar sangat jengkel. Hamka segera mendapat hujatan itu begitu sampai di dalam mobil, perjalanan pulang lagi ke rumah. Ia pun memilih untuk bergeming, alih-alih menjawab kekesalan kakeknya dengan emosi yang sama besarnya. "Kamu udah nyerang personal keluarga Adrian. Kalau ayahmu masih hidup, dia pasti sangat kecewa dengan sikapmu." Hilman mendengus kesal sendiri, tetapi tidak bisa mengeluarkan kemarahannya secara membabi-buta karena mau bagaimanapun, cucunya sudah terlalu dewasa untuk mendapat perlakuan seperti itu. "Apa kakek merasa aku nggak tahu apa-apa tentang keluarga Adrian? Aku nggak selugu itu dalam memilih pendamping, Kek." "Apa katamu?" Kini Hilman sepenuhnya menoleh pada Hamka yang gantian duduk di bagian belakang. "P

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN