"Temui dulu dia, baru kamu bisa mengatakan sesuatu tentang penolakan. Gadis itu sangat cantik, jangan kira aku menjodohkanmu dengan perempuan paruh baya, apalagi yang sudah janda," tukas Hilman seraya memutar tubuhnya, meninggalkan Hamka yang mulai menampakkan semburat kemerahan pada wajahnya. Lagi-lagi, kakeknya mengungkit status dan jujur saja dia menjadi sangat muak. Sepertinya kakeknya terlalu naif, sampai-sampai tidak menyadari bahwa di zaman sekarang, status single pun tidak akan membatasi seseorang untuk menyandang sebagai perempuan tidak gadis lagi tanpa sebuah pernikahan. Kalau itu yang dimaksud kakeknya, kenapa ia harus menikahi perempuan yang belum pernah menikah. Hamka mematikan layar monitor di hadapannya, segera memasuki kamar untuk mengganti pakaian, karena tidak mau membu

