Perkenalan hingga pernikahan kami
Kontes Menulis Innovel II -- The Girl Power
Hari ini merupakan hari yang mendung, mengenakan seragam putih abu2 ,aku menuju ke sekolah. Sekolahku merupakan salah satu sekolah swasta yang cukup terkenal dikota. Aku berjalan kaki menyusuri jalan menuju sekolah ditemani oleh langit yang mendung. Perkenalkan nama ku Shareen biasa di panggil ShaSha oleh teman-temanku.
Saat ini aku duduk di kelas XII jurusan IPS. Pelajaran pertama adalah pelajaran yang paling kusukai yaitu akuntansi. Guruku memasuki ruangan tidak lama setelah Bell sekolah berbunyi. Waktu berlalu dengan cepat dan tanpa disadari waktu istirahat telah datang.
Teman sekelas ku Rere mengajak ku pergi ke kantin sekolah untuk mencari makanan dan minuman, Aku merasa hari ini aku cukup beruntung, Karena kantin tampak sepi jadi kami tidak perlu mengantri panjang. Hari ini aku lalui dengan baik2, dan aku sangat bersyukur untuk itu.
Jam pelajaran telah berakhir,yang artinya Aku bisa pulang kerumah sekarang untuk memainkan Game online kesukaanku. Aku pikir keberuntungan masi bersamaku, tapi aku salah, saat bersiap-siap untuk pulang handphone ku tiba-tiba berdering yang menandakan ada pesan masuk. Membaca pesan dari nomor yang tidak ku kenal tentu saja membuat ku mengerutkan kening.
Ku tatap cukup lama layar Handphone ku, tak lama kemudian handphone ku bergetar yang menandakan ada telepon masuk, dari nomor yang mengirimkan pesan barusan. Ku jawab panggilan telepon itu dengan hati-hati, ada suara cowo di seberang sana ,aneh aku tidak mengenal dia siapa, tapi bagaimana dia bisa tahu namaku dan juga nomor handphone ku.
Cowo itu terus berbicara, yang mana isi percakapan nya adalah ingin mengajak berkenalan secara langsung dan bertemu dengan ku, tentu ajakan itu ku tolak karena aku tidak kenal dengan dia. Tiba di gerbang sekolah ku lihat teman sekelas ku Ana sedang mengobrol dengan seorang yang kurasa mukanya cukup asing, tak lama setelah itu Ana memanggil namaku dan melambaikan tangan.
Aku berjalan mendekati Ana karena tentu tidak sopan jika di panggil oleh seseorang namun kita tidak menjawab. Cowo yang berdiri di sebelah Ana cukup tampan ,cukup tinggi dan juga putih di bandingkan kulitku yg kuning Langsat.
Ana mengatakan bahwa cowo itu daritadi mencari ku, reflek aku terkejut karena aku tidak mengenalnya, cowo itu kemudian memperkenalkan dirinya. Sialan cowo yang menghubungiku tadi ternyata. Namanya Rico dia kuliah di kampus dekat sekolah ku.
Saat ku tanya bagaiman dia bisa mengenalku, dan darimana dia mendapatkan nomor handphone ku dia bilang itu rahasia, dan tentu saja itu membuatku kesal, karena aku paling tidak suka ada orang yang memberikan nomor handphone ku kepada orang lain, itu ku anggap melanggar privasi ku tentunya.
Setelah sedikit cukup lama berbasa-basi aku ijin pulang dengan alasan ada urusan kepada Rico. Dia menawarkan diri untuk mengantar ku pulang, dan sudah pasti 100% ku tolak. Dengan cepat kulangkahkan kaki ku menuju gerbang dan masuk kembali ke taman sekolah dengan niat untuk memutar dan pulang melalui pintu belakang.
Sambil berjalan handphone ku terus berbunyi yang tandanya ada pesan yang masuk terus menerus, ku hentikan kakiku dan ku ambil handphone ku untuk melihat ada apa disana,kenapa dia sangat berisik. Sungguh sial, sms bertubi-tubi masuk dari Rico, karena kesal dengan cepat ku masukan nomor Rico yang memang belum ku save ke dalam daftar blokir.
Tiba dirumah cepat-cepat ku nyalakan komputerku, sambil menunggu loading aku menuju kamar mandi untuk membasuh badan serta mengganti pakaian ku terlebih dahulu. Sekarang aku bebas menikmati waktuku sendiri ,karena orangtuaku selalu sibuk bekerja jadi aku sudah terbiasa sendiri di rumah.
Aku login kedalam game online, saat ini server cukup padat karena adanya event yang berhadiah cukup menggoda, serta event meet and greet untuk penukaran vocher fisik, yang dimana dapat di tukarkan dengan barang2 limited edition di dalam game Minggu depan.
Tanpa terasa hari meet and greet telah datang, aku mengganti pakaian ku dengan yang ku rasa cukup cantik, membawa tas ku serta handphone ku sambil menggu ojol yang ku pesan untuk mengantarku menuju salah satu mall tempat acara meet and greet di laksanakan.
Antrian sudah cukup panjang ternyata untuk penukaran vocher, aku harus mengantri cukup lama karena setelah aku hitung terdapat sekitaran 20 orang depan ku. Aku menghela nafas cukup panjang karena ternyata satu jam telah berlalu, namun antrian di depan ku Masi cukup panjang.
Tiba-tiba pundak ku di tepuk oleh seseorang, aku menoleh dan melihat ternyata Rico, what? bagaimana dia bisa ada disini? seperti dapat mengerti dan membaca pikiran ku, dia menunjukan tag namanya, dan ternyata dia salah satu dari EO ( event Organizer) yang sedang bertugas.
Dia bertanya kenapa tidak pernah membalas pesannya, aku hanya tersenyum saja... gak mungkin donk aku bilang kalau nomor dia udah aku blokir. Rico bertanya kenapa aku ikut mengantri dan item apa yang ingin aku tukar sehingga rela mengantri. Setelah aku memberitahukan pada Rico,tidak lama dia permisi dan tidak sampai 10mnit dia sudah kembali dan mengajak ku untuk mengikuti dirinya.
Ooh ternyata ini gunanya punya orang dalam ucapku dalam hati, karena ternyata Rico membawaku langsung ke bagian pendaftaran dengan alasan aku adalah sepupunya, aku mengucapkan terimakasih pada Rico untuk bantuannya, sehingga aku tidak perlu mengantri terlalu lama lagi.
Setelah mendaftar ternyata aku masi harus menunggu sekitar 15menit hingga item dalam game yang aku inginkan agar dikirimkan ke dalam akun game ku. Sambil menunggu aku berjalan mendekati stand stand makanan dana minuman yang ada, tentunya Rico sudah menghilang ntah kemana.
Di depan stand minuman, ku lihat seorang cowo yang cukup tampan, Rambutnya hitam ,tingginya ku rasa sekitar 180cm, ku beranikan diri mendekat kesana untuk mengajaknya berkenalan dan ternyata kesialan seumur hidupku sudah menunggu di saat ku berjalan menuju cowo itu.
Dia memperkenalan diri namanya Ray, dia juga merupakan salah seorang gamers, dan game yang dia mainkan sama dengan ku, tentunya aku senang dapat berkenalan dengan nya, kami bertukar nomor handphone, dan berjanji untuk bertemu di dalam game.
Aku pulang dengan hati senang tanpa ada pikiran lain, bahwa ternyata orang ku kenal hari ini akan menjadi cinta pertamaku dan juga yang membuatku hidup bagai dalam neraka.
Aku Melawati hari seperti biasanya, namun tentu ada yang berbeda di dalam dunia game, Ray sangat baik dan terus membantuku dalam menyelesaikan misi maupun mencari item harian.
Tanpa terasa waktu ku untuk UAS ( ujian akhir sekolah) semakin dekat, aku bercerita kepada Ray bahwa aku tidak dapat online selama 1 atau 2 bulan untuk fokus belajar.
Selama aku tidak dapat online, Ray sering mengabariku tentang kegiatannya dalam game, dan bilang bahwa dia merasa bosan karena aku tidak dapat online menemaninya.
Tanpa terasa waktu berlalu dengan cukup cepat ,dan hari ini adalah hari terakhir aku UAS, cepat cepat ku selesaikan ujian ku dan pulang kerumah untuk dapat online game.
Saat aku online ternyata Ray Masi belum online, ku kirimkan pesan singkat pada Ray untuk memberitahu bahwa aku sudah online dan menunggu dia. Tidak lama Ray telah online dan dia bercerita dia terus menerus menunggu kapan aku dapat online lagi.
Hari ke hari dapat ku rasakan Ray semakin manis dan baik kepadaku, tentunya sikap itu membuatku yang tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun merasa sangat bahagia.
Setelah cukup lama saling mengenal Ray mulai mengajak ku untuk bertemu ,bukan hanya sekedar di game. Setiap akhir pekan Ray akan mengajak ku untuk pergi makan ataupun nonton, kami melalu waktu yang bahagia tanpa sebuah ikatan ,Karena memang kami belum pacaran juga hingga saat ini.
6 bulan berlalu sejak aku mengenal Ray, tapi meski sikap Ray sangat baik dan perhatian padaku, kami belum juga berkencan secara resmi. Aku mendapat pesan dari Ray bahwa hari ini dia memiliki cukup banyak perkerjaan sehingga dia tidak dapat online.
Iseng iseng ku login akun game Ray ,karena perbedaan karakter aku pikir tidak ada salahnya sekalian belajar job lain, karena rule game yang selalu kugunakan adalah magic sedangkan dia adalah user fisik.
Ada sebuah pesan muncul dilayar ku, saat ku login akun Ray, ku buka pesan tersebut.. dan aku sangat terkejut, isi pesannya cukup mesra dan setelah kuperhatikan nickname pengiriman pesan sepertinya adalah perempuan.
Rasa kesal muncul dalam diriku, ku logout akun Ray dan segera ku matikan komputerku dan beranjak ke kamar. Malam telah tiba, handphone ku berdering dan ku tatap layarnya, nama Ray tertera disana.
Tidak ku angkat dan juga tidak kutolak panggilan dari Ray, hanya ku diamkan saja. Tanpa kusadari aku tertidur, saat ku terbangun jam dinding telah menunjukan pukul 7 pagi.
Aku cek layar handphone ku, terdapat 20 missedcall dan juga 35 pesan dari Ray. Namun hari ini aku ada janji utk bertemu dengan Rere menemaninya membeli hadiah perpisahan yang akan di adakan Sabtu ini.
Seharian ini aku tidak mengabari Ray, perasaan kesal Masi ada dalam diriku, dan rasanya aku sangat kecewa setiap mengingat pesan singkat itu. Rere yang sadar ada yang aneh pada diriku mulai mengajak ku bercerita .
Selesai ku keluarkan kekesalan ku, Rere hanya tertawa melihat ku, Rere memberitahukan padaku bahwa aku secara tidak sadar telah jatuh cinta dengan Ray, yang mana menyebabkan aku menjadi kesal dan juga cemburu.
Pulang berbelanja aku membaca semua pesan pesan yang pernah Ray kirimkan, aku tertawa sendiri dan juga menangis sendiri, ternyata begini rasanya jatuh cinta. Dan ini adalah pertama kalinya aku jatuh cinta.
Pintu rumah ku di ketuk , aku berjalan menuju pintu dan bertanya dalam hati siapa yang datang jam segini, Karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Ku buka pintu rumah dengan malas, dan aku sangat terkejut ketika mendapati yang datang adalah Ray.
Ray tersenyum saat ku buka pintu, dan kemudian dia menyodorkan sebuah bingkisan yang sepertinya berisi eskrim?. Ku ajak Ray duduk di teras rumah, Ray hanya diam setelah menyuruhku untuk memakan eskrim yang dia bawa.
Sebelum pulang, Ray mengajak ku untuk berkunjung kerumahnya hari Minggu ini, dia berkata ingin mengenalkan ku pada adiknya, yang mana seumuran dengan ku, Karena memang Ray lebih besar 5 tahun dariku.
Hari ini adalah hari Promenite untuk perpisahan sekolah, Rere bilang akan menjemputku sebelum pukul 6 sore. Seharian ini aku cukup sibuk menyiapkan gaun dan juga riasan wajah, karena aku tidak Pandai ber makeup.
Aku menggunakan gaun putih selutut, karena temanya putih dan menguncir rambutku kesamping , ku pileg wajahku dengan sedikit bedak dan juga lipstik berwarna coral agar tidak terlalu menor.
Rere tiba depan rumah ku, saat di dalam mobil Rere handphone ku bergetar dan ada pesan masuk dari Ray yang mengingatkan bahwa besok siang dia akan menjemputku ke rumahnya.
Aku melewati acara perpisahan dengan perasaan yang senang karena kami semua lulus tanpa ada yang perlu mengikuti ujian ulang namun juga sedih, karena mulai sekarang kami akan berpisah dan menjalani kehidupan masing masing.
Rere mengantarku pulang, setibanya depan rumah ku perhatikan ada motor yang berhenti dekat rumah, namun platnya tidak terlihat jelas karena cuaca malam itu sedikit gerimis. Aku turun dari mobil dan berlari menuju ke dalam rumah, kulihat ada sebuket bunga dan juga coklat serta kartu ucapan selamat lulus yang tergantung di gagang pintu.
Buru-buru ku buka pintu dan masuk kedalam rumah, untuk segera mandi dan berganti pakaian karena terkena hujan. Selesai mandi ku periksa handphone ku, terdapat banyak foto yang di share di grub oleh anak2 sekolah yang di ambil saat acara Promenite tadi.
Ku scroll satu persatu pesan yang masuk, dan salah satu pesan yang masuk ada dari Ray, dia mengucapkan selamat atas kelulusan ku dan juga mengatakan bahwa tadinya dia mau menunggu ku hingga pulang untuk mengucapkan langsung, namun karena tidak yakin jam berapa aku kan pulang, dia memutuskan untuk pulang.
Selesai membereskan barang-barang, aku segara tidur karena takut besok bangun kesiangan, karena ada janji akan berkunjung ke rumah Ray.
Minggu pagi cuaca cukup cerah, aku berjalan mengitari komplek rumah sambil sedikit berolahraga. Setelah menghabiskan sarapan aku bersiap-siap menunggu jemputan Ray.
Tepat pukul 11 siang Ray tiba dirumah, dia membawaku menuju ke rumahnya, yang ternyata tidak terlalu jauh dari rumahku. Hanya memerlukan waktu 20 menit untuk tiba di rumah Ray.
Aku di sambut hangat oleh adik Ray yang bernama Lisa. Dari Lisa aku baru tau bahwa mreka merantau ke kota, sedangkan orangtua mereka menetap di kampung untuk menjaga kebun mereka sendiri.
Lisa orangnya sangat gampang bergaul, di banyak bercerita tentang keluarganya dan juga kelakuan Ray sehari-hari. Lisa memasak sendiri hidangan makan siang, ku lihat terdapat ayam rica-rica, sambal terasi ,kacang panjang masak ebi dan juga SOP ikan.
Selasai menikmati makan siang, aku minta Ray mengantarku pulang, karena aku merasa badanku kurang sehat, mungkin karena selama terkena hujan gerimis. Aku pamit pada Lisa untuk pulang dan meminta maaf tidak dapat berlama-lama. Lisa mengatakan agar aku sering bermain ke rumah, karena mereka hanya tinggal berdua
Setibanya aku dirumah, aku meminta agar Ray langsung pulang saja, karena aku ingin makan obat dan segera tidur sebelum aku demam dan semakin parah, nampak wajah khawatir pada Ray, namun Ray menurut dan langsung pulang.
Ijazah ku telah keluar, aku menyiapkan diri untuk mulai mencari pekerjaan. Ray yang tau aku ingin mencari kerja ,melarang ku untuk berkerja di tempat lain, dia menawarkan ku untuk berkerja di toko yang dia buka saja. Karena pertama kalinya bekerja tentu aku tidak tau bagaimana gaji standar.
Ray memberikan ku gaji setiap seminggu sekali, yaitu sekitar 500ribuan . Hubungan ku dengan Ray semakin dekat, dan sekarang kami sudah resmi berpacaran. Ray mengajariku banyak hal dan bagaiman cara berpacaran, karena ini merupakan pacaran ku yang pertama kalinya.
Tanpa terasa kami telah melalui waktu bersama yang cukup panjang, dan keluarga Ray sudah meminta kepada Orangtuaku untuk melanjutkan hubungan kami ke jenjang pernikahan. Tentu aku sangat senang karena keluarga Ray sangat baik dan bersahabat.
Di tetapkan bahwa pernikahan kami akan di langsungkan bulan Oktober tahun itu juga, tentunya aku juga semakin sibuk dalam menyiapkan pernikahan kami. Ray yang mulai semakin berani untuk melakukan skinship karena katanya wajar apalagi kami yang akan menikah sebentar lagi.
Aku yang takut kalau sikapku yang kekanak-kanakan akan membuat Ray kecewa hanya menerima perlakuan dia yang semakin berani dari hari ke hari, yang awalnya pegangan tangan, pinggul ,cium kening trus ke bibir dan akhirnya sampai meraba bagian sensitif ku.
Satu bulan sebelum pernikahan kami, Ray mengajak ku untuk pergi menginap di sebuah villa di puncak. Aku yang merasa penat dengan persiapan pernikahan tentu senang di ajak jalan-jalan. Siapa yang menyangka hari itu akan menjadi hari yang tidak pernah aku lupakan hingga saat ini.
Setiba kami di villa awalnya semua baik-baik saja, aku dan Ray tidur dikamar terpisah, tiba-tiba tengah malam pintu kamar ku di ketuk oleh Ray. Aku membukakan pintu kamar dan Ray langsung menerobos masuk ke kamarku. Ku lihat gelagat Ray agak aneh , seperti orang yang tidak sadar, ku tawarkan diri untuk mengambilkan air minum untuknya.
Namun sebelum aku keluar dari pintu kamar, Ray menarik badanku dan membawaku ke atas kasur. Dia mulai menciumiku dari atas kepala hingga ke bagian dadaku, aku merasa tidak enak dan mulai mendorongnya.
Tapi semakin aku mendorongnya, semakin kuat dia menekan badanku, rasa sakit karena badan ku ditekan membuatku meronta-ronta, namun Ray Masi terus melanjutkan kegiatannya tanpa mempedulikan ku.
Ray mulai melepaskan pakaiannya satu-persatu dan tentu hal itu membuatku semakin panik, aku terus berteriak memanggil namanya dan meminta dia menghentikan hal yang sedang dia lakukan. Bagai kerasukan dia tidak peduli padaku, dan bahkan mulai membuka piyama tidurku.
Saat itu aku sudah mulai menangis dan pasrah, karena apapun yang kulakukan Ray sama sekali tidak melepaskan ku, dapat ku rasakan sakit pada bagian bawah ku karena hal yang dilakukan oleh Ray. Setelah dia puas dengan apa yang dia lakukan dia tertidur pulas sedangkan aku hanya dapat menangis setelah mendapatkan perlakuan seperti itu.
Ray terbangun pagi itu dan melihat ku menangis di dekat pintu, dia bertanya kepada ku aku sedang apa, seolah-olah tidak ada yang terjadi tadi malam. Saat itu aku mulai membenci dirinya yang ku anggap sangat tidak menghargai diriku, dan bahkan semena-mena padaku tanpa menghiraukan bagaimana perasaanku.
Meskipun pernikahan kami akan di langsungkan dalam waktu 1bulan lagi, tentunya aku berharap kejadian tadi malam akan terjadi setelah kami melangsungkan pernikahan. Aku diam seribu bahasa , setiap Ray bertanya maka aku semakin membenci nya.
Tepat sehari sebelum pernikahan kami di langsungkan, aku pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Keluarga tentunya berpikir bahwa aku kelelahan karen mempersiapkan pernikahan, karena kejadian itu tidak pernah kuceritakan kepada siapapun. Selain tidak mau menceritakan kelakuan Ray tentunya aku juga tidak mau memberitahu aib ku sendiri.
Ray yang membawaku ke RS terkejut saat dokter menyatakan bahwa aku telah hamil dengan usia kandungan tepat 4 Minggu dimana jika di hitung maka sesuai dengan waktu kamu menginap ke villa puncak. Ray meminta padaku untuk tetap diam sampai pernikahan selesai.
Acara pernikahan di langsungkan sesuai dengan yang di persiapkan, akad dan resepsi di selenggarakan dengan lancar tanpa ada kendala.
Setelah pernikahan selesai, tentunya aku Sekarang tinggal dirumah Ray bersama Lisa. Rasa mual mulai menyerang ku setiap pagi dan tentunya hal ini Lambat laun menjadi kecurigaan oleh Lisa. Aku menceritakan hal yang terjadi pada Lisa, namun bukan nya berpihak padaku, Lisa mulai menghindari ku.
Saat usia kandungan ku makin besar, baik dari Ray sendiri maupun keluarganya mulai membicarakan ku seolah-olah aku yg bersalah karena tidak dapat menjaga diri. Setiap hari aku hanya dapat menahan sakit hati ini, dan berharap agar anak ini dapat lahir dengan baik ke dunia dan memiliki orangtua yang lengkap meskipun aku harus menahan omongan dan sakit hati.
Hari menuju persalinan semakin dekat, aku mulai bergabung dalam grub ibu-ibu bersalin, disana aku mengenal beberapa teman yang saat tau ceritaku memberikan aku support dan semangat. Aku bersyukur setidaknya Masi ada yg peduli dan mau memberikan dukungan meskipun bukan dari kenalan dekat. Orangtuaku sendiri karena berada jauh dariku setiap menelepon hanya dapat memintaku agar bersabar, agar aku memikirkan nasib anak ini kalau lahir tanpa ayah.
Hari ini aku bersiap menuju RS untuk melahirkan, Ray membawaku ke RS pagi itu... dokter mengatakan persalinan mungkin akan terjadi malam hari atau besok pagi, karena pembukaan ku Masi sedikit, dan meminta agar aku banyak berjalan-jalan.
Ray yang mengetahui hal itu, mencari alasan untuk pulang kerumah dulu dengan alasan toko ramai. Malam hari Ray datang kembali ke RS ,dan dokter sudah bilang agar bersiap-siap untuk persalinan besok subuh.
Aku beristirahat di kamar RS sendiri malam itu, sedangkan Ray tidak tau menghilang kemana, sebentar-sebentar suster datang mengecek keadaan ku, tiba-tiba pukul 12 malam perut ku sangat mulas , aku meminta pada suster untuk menghubungi Ray.
Ray datang ke RS ,dokter mengatakan bahwa apabila aku sudah tidak kuat ,maka akan di lakukan tindakan Caesar , namun Ray menolak dan mengatakan kepadaku bahwa dia tidak memiliki uang untuk oeprasi, dia mau aku melahirkan secara normal.
Sakit yg datang bertubi-tubi menyerang perut dan pinggang ku membuatku memohon pada Ray agar aku dapat melakukan operasi saja, namun Ray tetap menolak.
Pukul 5 subuh dokter datang dan meminta suster menyiapkan proses persalinan, tirai kamar di tarik dan beberapa suster mulai sibuk keluar masuk kamar menyiapkan perlengkapan bersalin.
Suster meminta agar aku dapat mengeden sekuat tenaga, sehingga anak dapat di lahirkan depan cepat, karena apabila semakin lama, maka akan ada resiko untuk anak mati dalam rahim, dan juga aku bisa kehabisan tenaga sebelum sang anak lahir.