"Yuri, cucuku sayang. Ada hal penting yang harus kau tahu. Sebenarnya bukan ayahmu yang selingkuh, tapi ibumu. Beberapa tahun setelah kau dilahirkan, nenek memergoki ibumu bermesraan dengan seorang pria dan ternyata ayahmu pun sudah tahu." "Ma-mama? Bagaimana bisa? Kenapa kesedihan dan luka Mama justru sangat terlihat bukannya Papa. Sumpah demi Tuhan, aku tidak bisa membayangkan betapa hancurnya Papa dulu," bisik Yuriko dalam hati. Mata dan mulut Yuriko terbuka lebar. Air matanya mengalir begitu deras membayangkan bagaimana ia membenci ayahnya selama ini. Padahal, orang yang seharusnya mendapat kebencian darinya adalah sang ibu. "Setelah kau beranjak dewasa, Ibumu memutarbalikkan fakta dan menyalahkan ayahmu. Hingga pada akhirnya, kalian mengalami kecelakaan." "Mama benar-benar kejam.

