Chapter 17 (In your arm) ●●● Sejak tadi Arey masih saja berdiam di atas kasurnya sambil melipat kedua kaki sambil menenggelamkan kepala. Arey tidak menangis hanya saja Arey butuh sandaran. Tadi saat Arey memeluk Chris entah kenapa perasaan khawatir dan gelisahnya tidak juga hilang. Arey tidak tau ada apa dengan dirinya, dia seperti sedang kehilangan kendali. Dada Arey bergemuruh dia ingin menangis tetapi sudah lelah menangis. Matanya sudah bengkak dan kepalanya juga pusing. Tadi Chris sempat mengetuk pintu mengajaknya untuk makan malam, tetapi Arey terlalu malas untuk makan jadi Arey beralasan bahwa dia tidak enak badan dan ingin tidur terlebih dahulu. Saat pulang tadi juga Arey langsung pamit kepada Chris dan City untuk masuk ke kamar. "Huft aku tidak ingin menangis lagi," ucap Are

