POV Dea Sesaat setelah sampai ditempat sepupuku, aku membereskan diriku untuk segera beristirahat. Tapi sebuah caption dimedia sosial Alex membuatku ingin menghubunginya. Segera kuraih ponselku, kupencet nomornya dengan perlahan. Aku merasa baru sekali panggilan sudah ada suara Alex dari seberang. Sepertinya Alex terburu-buru menempelkan benda itu disamping telinganya. “Halo De” suara baritonnya kudengar sedikit keras. Mungkin dia seperti sedikit khawatir denganku. “Kak Alex dimana?” tanyaku dengan santai, aku tidak ingin menciptakan kegundahan dan kecemasan di hati Alex yang memang bagaikan kakak yang melindungi adiknya selama ini padaku, walau dalam kejauhan sekalipun. “Kakak sudah di Palu De, mau istirahat dulu” jawabnya dengan segera. Oh ya, aku baru ingat lagi bahwa Kak Alex juga

