"Apa kamu suka filmnya?" tanya Abizar. "Iya," Runa menggumam sambil terus merangkul lengan pacarnya. Abizar hanya tersenyum. Ia menyukai sikap Runa yang bermanja manja kepadanya. Meskipun sejujurnya ia bingung membalasnya. Mungkin karena ia anak tunggal yang tidak pernah berinteraksi dengan saudara di rumah membuatnya kadang seperti terlalu cuek dan masa bodoh. "Lapar tidak?" Abizar berdehem. "Mau makan apa?" "Mmm.. Kak, di mal ini yang aku tahu ada kafe jual s**u strawberry viral. Aku sejujurnya ingin coba. Apa boleh?" Runa bertanya. "Boleh. Tapi setelahnya makan," Abizar mengangguk. "Iya, aku juga lapar. Hanya saja, rasanya terbayang bayang s**u strawberry itu," Runa menjelaskan. Abizar tersenyum, "s**u strawberry untukmu. Kita beli nanti." Runa langsung berseri seri, "

