Abizar dan Runa melanjutkan malam itu dengan menikmati makan malam. Runa merasa kalau ia banyak tertawa. Abizar lucu dengan kepolosannya. "Kak, aku kenyang sekali," Runa menghabiskan pasta di hadapannya. "Tidak mau tambah?" Abizar memastikan. "Cukup kak, nanti aku gendut," Runa menggeleng. Abizar tersenyum. Runa jauh dari kata gendut. Pacarnya itu memiliki tubuh tinggi langsing yang ideal. "Kamu tidak akan gendut dengan menambah sekali makan malam," Abizar menatapnya. "Tidak, tidak, selain itu, aku juga kenyang," Runa tersenyum. Abizar melihat jam di tangannya, "Sudah jam sembilan. Kamu harus pulang pukul sepuluh?" "Iya," Runa mengangguk. "Kita pulang saja kalau begitu. Kak Abi tidak mau membuat Tante Mitha atau Om Danu mengkhawatirkanmu," Abizar mengulurkan tangannya

