Setelah selesai kelas, Daka bergerak menuju perpustakaan. Ada satu pojok favoritnya yang seringkali dipakai untuk tidur siang. Tapi kali ini, Daka tidak ingin tidur. Ia terpikirkan beberapa lirik lagu yang ingin ia curahkan dalam kesunyian. "Radmila si pencuri hati.." Daka menggumam sambil tersenyum. Ia mulai mencoret coret. Gadisku, Kamu gadisku. Si pencuri hatiku. Pagiku mengingatmu, Siangku membayangkanmu, Malamku merindukanmu, Hariku hanya tentangmu Hatiku menginginkanmu Asa ini menantimu Ooo.. Gadisku.. Radmila, itu kamu. Setelahnya Daka berhenti. Ia mencoret semuanya dan memilih untuk berbaring di lantai perpustakaan itu sambil memejamkan mata. "Hai! Lagi lagi tidur! Bangun Mandaka!" suara perempuan berbisik di telinganya. Daka membuka matanya, "Ah, jangan gang

