Radmila mengatupkan bibirnya, "Bingung juga ceritanya.." "Oh sori.. Kalau ini, mmm.. Private, aku tidak akan bertanya lagi. Maafkan. Barusan aku reflek saja." Daka meminta maaf. "Tidak masalah, aku hanya, ah sulit bilangnya.." Radmila menggeleng. Daka tertawa, "Kita bicara yang lain. Sori, sori.." "Mmm.. Waktu di kafe itu.. Kamu menghampiriku.. Aku senang rasanya.." Daka tersenyum. "Aku pikir, kamu tidak akan mengingatku." Radmila tertawa, "Kenapa tidak mengingatmu?" "A-aku biasa biasa saja.." Daka menggaruk rambutnya. "Mmm.. mamaku bilang begitu." Radmila kembali tertawa, "Aku tidak menganggapmu biasa biasa saja. Tapi, jujur.. Mmm.. Si Abi, jarang memperkenalkan temannya padaku. Dia tidak memiliki banyak teman dekat. Jadi, aku ingat kamu.." "Kalian sedekat apa?" Daka mulai me

