Daka mencoba menghubungi Abizar tapi tidak ada yang mengangkat. "Dia kan tanding, jadi pasti tidak akan mengangkat teleponmu," Asya hanya bisa geleng geleng kepala. "Oh, iya, dia bilang selama di gor tidak akan bisa mengangkat telepon," Daka menyimpan ponselnya. "IHHH! Kenapa aku sebodoh ini!!!" Daka menendang nendang bangku panjang itu saking kesalnya. Asya tergelak, "Sudah sabar, tinggal kamu tanya ke si Abi." "Iya, tapi tadinya aku berniat menjemput dia pulang kerja. Tadinya aku niat janjian dulu dan jam lima sebentar lagi.. ARRGHHH!" Daka berteriak geram. "Otakmu memang kurang terlatih, kalau niat menjemput, kenapa diam di sini? Kan tahu tempat kerjanya," Asya geleng geleng kepala. "Datang saja langsung ke rumah sakit." "Ka-kamu benar! Ahhh.. Stupid me, stupid me!!!" Daka

