SEBUAH PENGAKUAN

1826 Kata

"A-apa?" Radmila menoleh dengan kaget. "Maafkan kalau aku terlalu keras memanggilmu," Daka menghampiri Mila. "Jujur aku kaget," Radmila tergelak. "Ada apa?" Daka ikut tersenyum, "Mmm.. Apa boleh kita bicara di luar? Maksudku tidak di tengah ruangan begini.." Radmila tersenyum, "Ada lounge di samping ruang loker. Kita ke situ." Daka mengikuti langkah Radmila hingga akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan dengan beberapa sofa di dalamnya. Tapi ternyata ada beberapa orang di dalamnya yang sepertinya dokter dokter senior. "Mmm.. Ada orang. Kita bicara di balkon saja. Tidak apa apa?" Daka dengan ragu bertanya. Radmila mengangguk. Mereka pun memasuki balkon. Daka berdiri mematung saking groginya. "Ada apa?" Radmila terlihat bingung. "Kenapa diam?" "Aku mau mengakui sesuatu. Rasanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN