TIDAK LAGI RAHASIA

1404 Kata

"Aku akan bisa mendapatkan nomor Radmila meski tanpa bantuan si Abizar. Kalau dia pulang nanti, lihat saja balasannya!" Daka mengepalkan tangannya. "Sekarang jam tujuh pagi. Ok, aku akan kembali menemuimu di gym!" Daka bersiap membawa pakaian olahraga. "Mam, pap, aku pergi," Daka menghampiri mereka di meja makan sambil meminum segelas air mineral. "Sarapan dulu!" Malika berkata tegas. "Aku buru buru, mau olah raga," Daka mengambil sepotong tahu goreng. "Hah? Apa kuping mama tidak salah?" Malika langsung kaget. "Kamu olah raga?" Daka tertawa, "Demi cinta." "Perempuan itu?" Malika langsung berseri seri. "Dia mau berolah raga sama kamu?" Daka mengangguk. "Syukurlah.. Daka, sebagai orangtua, salah satu ketakutan mama adalah ketika mengetahui kamu ditolak perempuan. Itu rasanya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN