JUJUR, APA ADANYA

1539 Kata

Abizar terdiam. Ia bingung harus berkata apa... Runa juga diam. Ia menunggu jawaban Abizar. "Kalau kak Abi terus diam, aku turun saja," Runa melepaskan sabuk pengamannya. Tangannya bergerak membuka kunci pintu. Tapi Abizar dengan cepat menahan tangannya. Pacarnya itu berkata, "Jangan." "Jangan apa?" Runa mengatupkan bibirnya. "Jangan pergi," Abizar menjawabnya. "Tapi kak Abi hanya diam. Aku harus apa?" Runa mulai merajuk. Ia tidak enak hati. Apa aku cemburu pada perempuan bernama Jehan itu? "Tu-tunggu," Abizar kembali diam. "Tolong, jangan pergi." Runa menarik nafas panjang. Ia menunduk. Rambut indahnya yang panjang dan bergelombang turun seiring kepalanya menunduk hingga menutupi wajahnya. Abizar mengaitkan rambut Runa ke daun telinganya. Ia ingin melihat wajah cantik paca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN